Here and Out There

Psikolog mengatakan jika persahabatan atau hubungan yang bertahan selama 7 tahun dan lebih maka persahabatan itu akan berlangsung seumur hidup. Bagaimana dengan pekerjaan? Kalau mengikuti kata-kata psikologi, bisa jadi saya tidak akan keluar dari perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Mungkin saya dan perusahaan akan menjadi sahabat yang saling mengerti satu sama lain. Hahaha.

Bekerja di perusahaan Telekomunikasi selama lebih dari 7 tahun mempunyai keasikan tersendiri bagi saya. Berawal dari Mobile Application Engineer dan sekarang menjadi Pre-Sales Engineer sekaligus merangkap sebagai Project Manager. Telekomunikasi Seluler adalah dunia yang menarik, teknologi yang selalu bergerak dan tidak pernah berhenti untuk berinovasi. Jika mengenang masa-masa indah dulu, betapa bangganya saya bisa bergabung dengan perusahaan yang mengimplementasikan teknologi 3G di tiga operator seluler, dimana waktu itu Handphone 3G masih dianggap barang mewah.

Tahun demi tahun dihadapi dengan penuh tantangan dan semangat. Bahkan beberapa kali saya diberikan kepercayaan dan tanggung jawab lebih. Saya menjalaninya dengan penuh semangat dan kerja keras. Saya percaya, gaji seseorang akan meningkat seiring dengan pengalaman, dan saya merasakan hal itu. Sebagai karyawan yang paling senior di kantor, melihat karyawan datang dan pergi menjadi pemandangan yang biasa, dan saya memilih untuk tetap bertahan. Saya tidak akan resign kalau belum jadi Manager disini.

Tapi, saya memilih untuk mengakhiri persahabatan saya.

Saya melihat di tengah persaingan bisnis telekomunikasi yang sangat ketat saat ini, mau tidak mau perusahaan harus berpikir keras agar tetap kompetitif, dan tidak menutup kemungkinan perusahaan akan mencoba bisnis baru. Saya menyadari bahwa project-project telekomunikasi mulai berkurang dan beberapa kali perusahaan mulai mencoba merambah bisnis baru.

Awalnya menyenangkan bisa terlibat di bisnis baru, tapi saya yakin bisnis adalah juga sebuah proses yang tidak instant. Memerlukan waktu pembelajaran yang tidak sebentar. Saya mengambil keputusan untuk ikut dalam proses tersebut dan mengambil beberapa tanggung jawab yang menurut saya tidak ada hubungannya dengan Professional Experience yang saya miliki. It’s okay. I’ll do my best. Sampai akhirnya saya tiba dalam satu titik, “cukup sudah”. Daripada terperangkap dalam pekerjaan yang penuh keluhan dan kejenuhan, lebih baik saya mencari sesuatu yang membuat saya “merasa” lebih bekerja.

Saya mencoba mengalihkannya dengan traveling dan photography. Kalau sebelumnya dalam sebulan saya bisa menyambangi 1 tempat baru, kali ini saya bisa menyambangi 3 tempat baru. Apalagi kalau sudah lihat harpitnas alias Hari Kejepit Nasional, surat cuti harus sudah siap ditangan. Untungnya kantor tidak pelit untuk urusan ijin cuti karena kebetulan pemilik perusahaan juga orang yang gemar traveling. Gaji yang tadinya saya sisihkan untuk investasi  reksadana, hux hux hux dengan berat hati harus saya bagi untuk traveling. Travel addict!

 

Think Twice!

Kenyamanan yang saya rasakan saat ini membuat saya berpikir. “Dimana keahlian dan kontribusi saya, dimana saya merasa dibutuhkan?”. Seorang master pasti akan terus meningkatkan kemampuannya, menjadi besar dan terus menjadi besar. Saya melihat leader-leader di tempat saya bekerja saat ini ada karena kinerja mereka yang luar bisa. Sepertinya, ini adalah waktunya untuk resign! Saya harus keluar dari zona nyaman. Tapi.. keluar dari zona nyaman, berarti siap untuk tidak nyaman.

Di tengah kegalauan, saya melihat presentasi dari leader saya, Mas Nata, yang berjudul “To Win a Job, Here and Out There”. Oh iya, setiap minggu kami mempunyai pertemuan yang bernama Gaul Knowledge. Setiap karyawan mempunyai kesempatan untuk bebas mempresentasikan apa yang menjadi ketertarikannya. Bisa berhubungan dengan pekerjaan, komunitas yang diikuti di luar kantor ataupun hobi. Mas Nata mulai mengawali presentasi dengan pertanyaan “Hi guys, Are you feeling good in here?”. Jedeeeerr! Wahh, agak gila juga nih Mas Nata nanya beginian. Karena suasana sangat santai, pertanyaan pun dijawab dengan santai oleh beberapa karyawan.

career

Selang 1 hari setelah presentasi, saya mulai melihat kembali CV dan berusaha merapihkan beberapa poin-poin penting berdasarkan presentasi Mas Nata. Langkah selanjutnya adalah Klik Apply! Hahaha. Melihat posisi terakhir saya sebagai Pre Sales Engineer dan Project Manager, pastinya saya juga akan apply untuk posisi yang sama, Kalau nggak Pre Sales Manager, ya Project Manager. Bahkan saya coba contact beberapa teman untuk menanyakan lowongan di tempat mereka. Total ada 12 lowongan. Waktunya berdoa, semoga aja ada yang nyangkut.

Gotcha! Salah satu CV masuk ke salah satu anak perusahaan Telkom yang berlokasi di BSD, Yes!, Project Manager, Yes!, Salary Increase 40%, Yes! Banking, hmm… 8 tahun bergelut di dunia telekomunikasi dan sekarang harus banting setir ke dunia perbankan? “I have spent 8 years in this job and feel like part of this company” Hmm.. saya sempat berpikir selama 2 hari untuk mengambil keputusan. Saya pikir, ini adalah kesempatan besar, step up to the next level. Kapan lagi bisa belajar banyak mengenai Project Management di perusahaan yang berstandar CMMI.

 

Saya akan merindukan pemandangan seperti ini dari meja kantor. Jarang sekali bisa melihat Gunung Salak dari Jakarta

 

Minum kopi sambil menatap matahari terbenam dari balik jendela

 

Last but Not Least

Orang yang pertama kali saya hubungi sudah pasti Mas Nata. Kalau boss nanya kenapa saya resign, mungkin saya akan tunjuk Mas Nata sebagai orang yang bertanggung jawab. Hahaha. Tanpa ekspresi kaget dan dengan kalemnya Mas Nata bertanya “Do you really want this job?”. “Yes, it is a good job”, jawab saya dengan mantap. Kata Mas Nata, “Kalo lo mau pekerjaan ini, gue gak akan nahan-nahan lo untuk keluar. Tapi kalo lo gak suka, gue akan offer lo untuk naik gaji. But, I believe it is your final decision. So, Congratulation!”

Akhirnya, setelah sekian lama dan melihat karyawan datang dan pergi silih berganti, dihadapan setumpuk kotak Pizza, kali ini giliran saya yang harus bilang “Thank you so much for your support. I am happy with my decision although I will miss all you guys.¬†I wish you all the best!

Leave a Reply