Simbol-Simbol Daur Ulang

 

Kebanyakan dari kita pasti bingung dengan berbagai simbol daur ulang (Recycled Symbol) yang berada di bawah kemasan makanan atau minuman. Umumnya yang kita lihat merupakan logo Mobius Loop. Itu lho, gambar tanda panah yang membentuk segitiga.Padahal banyak sekali simbol daur ulang yang memiliki arti berbeda-beda walaupun sekilas terlihat mirip karena adanya tanda panah yang berputar. Tidak semua simbol daur ulang digunakan sebagai informasi untuk konsumen, tetapi juga untuk orang-orang yang bekerja untuk memilih produk mana saja yang bisa di daur ulang, atau istilah kerennya recycler technician.

The Mobius Loop

Logo ini merupakan logo yang paling banyak digunakan dan sering kita lihat sehari hari. Coba deh kalo beli minuman botol, trus liat di bagian bawahnya. Naah.. simbol yang kita lihat itu namanya Mobius Loop. Mobius Loop sendiri telah ditemukan pada Agustus 1858 oleh Ferdinand Möbius (1790-1868), seorang ahli matematika dan astronomer Jerman.

Simbol daur ulang ini memiliki arti 3 langkah siklus daur ulang Langkah pertama adalah mengumpulkan bahan-bahan untuk didaur ulang. Langkah ini dilakukan bila bahan-bahan yang dapat didaur ulang diletakkan dalam tempat sampah khusus. Bahan-bahan yang dikumpulkan tersebut kemudian dibersihkan dan disortir untuk dijual ke pabrik. Langkah yang kedua adalah bahan-bahan yang dapat didaur ulang diproduksi menjadi produk-produk baru untuk dijual, baik secara eceran maupun komersial. Yang ketiga adalah langkah yang sebenarnya yaitu membeli dan menggunakan produk yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang.

Simbol yang diterima secara internasional ini tidak memiliki pembatasan dalam hak cipta, jadi setiap orang dapat menggunakan Mobius Loop logo secara bebas, baik untuk keperluan pribadi maupun komersil.

Recycle Now

Simbol daur ulang Recycle Now terdiri atas tanda panah dengan simbol hati diujungnya. Simbol daur ulang ini didesain untuk mengajak orang-orang untuk berperan aktif dalam aksi daur ulang. Simbol hati menunjukkan rasa sukacita dan kepedulian dalam aksi daur ulang.

The Green Dot

Simbol daur ulang ini digunakan di Eropa, khususnya di Jerman yang dikenal dengan nama Der Grüne Punkt. Ini berarti produsen kemasan yang telah dibayar sebagai kontribusi untuk biaya lisensi nasional daur ulang diarahkan pada upaya pemulihan bahan-bahan yang digunakan dalam kemasan dan promosi terhadap kemasan yang mudah di daur ulang.

Recycling Symbols – Plastic

Simbol daur ulang ini dikenal sebagai Plastic Coding System yang merupakan versi sederhana dari Mobius Loop dengan angka di bagian tengah lingkaran dan akronim di bawah lingkaran yang menunjukkan jenis plastik yang digunakan. Simbol daur ulang ini dirancang untuk membantu recyclers dalam melakukan pengumpulan dan pemilihan serta sebagai indikator untuk menentukan adanya bahan kimia yang membahayakan atau tidak.

PET or PETE (Polyethylene Terephalate Ethylene)

PET (juga dikenal sebagai polyester, diwakili oleh simbol plastik daur ulang nomor 1) merupakan bahan yang paling banyak digunakan dalam botol makanan dan minuman. Ringan, murah dan mudah merupakan alasan kenapa PET banyak diproduksi. Penggunaan PETdirekomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jenis PET ini dapat kita temukan dalam minuman ringan, jus dan botol air. Dapat di daur ulang dalam bentuk bagian-bagian otomotif seperti dashboard rack, bumpers, panel pintu.

HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE (simbol plastik daur ulang nomor 2) merupakan jenis yang umum digunakan untuk kemasan produk-produk rumah tangga dan diyakini memiliki kontaminasi bahan kimia yang sangat rendah. Sama seperti PTE, HDPE direkomendasikan hanya untuk sekali pakai saja. Dapat ditemukan dalam botol jus, botol deterjen, botol shampoo, botol minyak, botol susu, kotak sereal. Dapat di daur ulang ke dalam botol deterjen, kursi plastik, pagar, mainan.

PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC (simbol plastik daur ulang nomor 3) memiliki karakterisitik yang kuat, fleksibel, dan tahan terhadap bahan kimia. Plastik ini jarang di daur ulang dan dianggap berbahaya. Tidak boleh bersentuhan dengan makanan ketika memasak. Mengandung chlor dan akan terurai ke lingkungan jika dibakar. Dapat ditemukan dalam botol pembersih kaca, botol deterjen, botol minyak goreng, peralatan medis, papan, jendela, pipa. Dapat di daur ulang ke dalam binders, kabel, tikar.

LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE (simbol plastic daur ulang nomor 4) memiliki karakteristik yang kuat, fleksibel dan aman sehingga paling banyak digunakan. Barang dengan kode ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk kemasan makanan. Dapat ditemukan dalam: kantong plastik, penutup daging beku. Dapat di daur ulang ke dalam bentuk film, amplop.

PP (Polypropylene)

PP (simbol plastik daur ulang nomor 5) merupakan jenis plastik yang tahan terhadap bahan kimia, memiliki titik cair yang tinggi dan memiliki kepadatan terendah dari semua produk kemasan. Plastik jenis ini tahan tehadap panas. Dapat ditemukan dalam: kemasan yogurt , botol sirup, botol kecap, botol obat, sedotan. Dapat di daur ulang ke dalam lampu, kabel baterai, sikat, rak, nampan.

PS (Polystyrene)

PS (simbol plastik daur ulang nomor 6) memiliki karakteristik titik cair yang rendah dan baik untuk bahan isolasi. Dapat diproduksi menjadi kaku seperti busa atau yang biasa dikenal dengan Styrofoam. Bahan ini telah lama jarang digunakan karena dapat membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain itu jenis plastik ini juga sulit untuk di daur ulang. Dapat ditemukan dalam cangkir dan piring, nampang daging, karton telur, tempat barang-barang elektronik, botol aspirin, Compact Disc. Dapat di daur ulang ke dalam kemasan makanan cepat saji, penggaris, busa.

Other (Polycarbonate)

Kategori “Lainnya” (simbol plastic daur ulang nomor 7) termasuk bahan-bahan yang tidak termasuk dalam klasifikasi plastik daur ulang atau kombinasi dari klasifikasi tersebut. Bahan-bahan yang banyak ditemui dalam plastik jenis ini adalah acrylonitrile butadiene styrene acrylic, polycarbonate, polylactic acid, nylon dan fiberglass. Dapat ditemukan dalam kacamata hitam, DVD, music player, komputer. Dalam beberapa tahun terakhir, simbol plastik nomor 7 telah menjadi fokus perhatian seluruh dunia karena telah ditemukan plastik Polycarbonate, di bawah percobaan ilmiah, telah ditemukan Bisphenol A. Ini adalah jenis bahan kimia yang diketahui dapat menyebabkan kelainan hormon dan lahir cacat.

Compostable Recycle Symbol

Ini adalah salah satu simbol terbaru daur ulang yang digunakan untuk menandakan bahwa kemasancocok untuk digunakan di rumah. Jenis simbol ini kebanyakan ditemukan dalam kemasan organik untuk buah-buahan dan sayuran.

Glass Recycling Symbol

Simbol ini berfungsi untuk mengingatkan konsumen untuk mendaur ulang botol gelas dan kaleng ke dalam bank botol.

Cardboard and Paper Recycling Symbol

Mobius Loop dengan X% di tengah lingkaran menunjukkan bahwa persentase (x) dari kemasan atau produk yang dibuat dari bahan daur ulang. Simbol daur ulang ini dapat dilihat terutama di kardus kemasan.

Simbol daur ulang ini adalah contoh dari industri atau organisasi yang berhubungan dengan simbol-simbol daur ulang. Ini merupakan simbol yang eksklusif milik 100% Recycled Paperboard Alliance, sebuah organisasi perusahaan kemasan yang mempromosikan penggunaan 100% recycled paperboard di antara para anggotanya

Metal Recycling Symbol

Simbol daur ulang ini menunjukkan bahwa kemasan atau bahan yang terbuat dari aluminium dapat didaur ulang.

Steel Recycling Symbol

Simbol daur ulang ini menunjukkan kemasan yang dibuat dari bahan baja dapat didaur ulang.

Recycled

Produk yang sudah jadi hasil daur ulang juga memiliki simbol untuk memberikan informasi bahwa produk tersebut hasil dari proses daur ulang. Produk baru tersebut biasanya kurang menuntut spesifikasi yang tinggi. Mungkin saja, kertas putih yang biasa kita pakai untuk mencetak dokumen sudah menjadi tisu toilet atau tisu makanan.

Produk-produk yang sudah melewati proses daur ulang memiliki simbol R, yang berarti hasil dari daur ulang. Namun tidak menutup kemungkinan produk-produk tersebut dapat di daur ulang kembali.

Leave a Reply