Reksadana Investasiku

Salah satu dari sekian rencana investasi saya akhirnya terwujud juga hari ini. Investasi tersebut adalah Reksadana. Sebelumnya saya sudah mulai belajar dan memahami reksadana setahun yang lalu, hanya saja belum berani terjun. Masih takut ini lah, takut itu lah. Tapi kalo takut mulu, nggak mulai-mulai deh investasinya.

Setelah mengumpulkan niat dan tekad yang bulat, saya memberanikan diri ke Bank Mandiri sebagai Agen Penjual. Kebetulan lokasinya segedung dengan kantor saya. Sama Customer Service langsung dikasih ‘menu’ Reksadana berupa tabel-tabel yang berisi manajer investasi, minimum subscription dan installment plan. Manajer investasinya pun beragam; ABN-AMRO Asset Management, Batavia Properindo Asset Management, Danareksa, Mandiri Sekuritas, Manulife Financial, Nikko, Fortis dan Schroders. Pilihan yang saya ambil jatuh ke reksadana saham dari Schroders (Schroder Dana Prestasi Plus). Pilihan ini saya ambil karena saya ingin berinvestasi untuk keperluan jangka panjang, yaa lebih kurang untuk 10 tahun kedepan.

Persyaratan yang dibutuhkan sangat mudah, cukup dengan mempunyai rekening tabungan, mengisi formulir aplikasi reksadana, formulir setoran reksadana dan surat pernyataan resiko. Biaya yang dikeluarkan hanya materai 6000 untuk surat pernyataan resiko. Minimum pembelian mulai dari 500 ribu sampai 1 juta.

Alasan saya memiih berinvestasi di reksadana karena saya sedikit sakit hati dengan bunga bank yang kecil, belum lagi inflasi. Kebanyakan nabung di bank, tetapi nilai uangnya sama aja. Selain itu reksadana memiliki beberapa jenis produk yang dapat disesuaikan dengan tujuan investasi. Kalo ada rejeki, saya ingin membuka satu produk reksadana lagi untuk investasi jangka pendek dan menengah.

Reksadana sesuai dengan Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 ayat 27 adalah suatu wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manager Investasi yang telah mendapat ijin dari Bapepam. Portofolio investasi dari Reksadana dapat terdiri dari berbagai macam instrumen surat berharga seperti saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau campuran dari instrumen-instrumen diatas.

Berdasarkan Jenisnya Reksa Dana dibagi 4 kategori:

Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Merupakan Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya sebesar 80% dalam efek bersitat utang (obligasi) di dalam portofolionya. Reksa Dana jenis ini termasuk favorit di kalangan investor baik individual maupun institusional yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan panjang, dengan tingkat risiko menengah.

Reksa Dana Saham (Equity Fund)
Menempatkan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelola ke dalam efek yang bersifat saham (ekuitas). Reksa Dana Saham menjadi alternatif investasi yang menarik bagi investor yang mengerti potensi investasi pada saham untuk jangka panjang, karena pada jangka pendek terdapat risiko yang cukup tinggi disebabkan oleh harga-harga saham yang selalu berfluktuasi. Jadi, selain harus mengerti bahwa investasi saham merupakan investasi jangka panjang, investor juga harus mengerti dan bersedia menerima risiko yang menyertainya.

Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)
Melakukan investasi pada efek saham, efek bersifat utang (obligasi), dan pasar uang. Dapat menjadi alternatif bagi investor yang menghendaki potensi hasil investasi risiko yang berada di tengah-tengah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham. Mengingat komposisinya yang sangat bervariasi, sebelum menentukan pilihan pada suatu Reksa Dana Campuran, investor harus benar-benar mengetahui bagaimana komposisi investasi yang terdapat pada Reksa Dana Campuran tersebut, dengan terlebih dahulu mempelajari prospektus.

Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
Melakukan investasi 100% pada efek Pasar Uang. Efek Pasar Uang antara lain meliputi deposito bank, SBI, obligasi serta efek utang lainnya dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana dengan tingkat risiko paling rendah, dilain pihak potensi hasil investasinya pun terbatas. Tujuan investasi Reksa Dana Pasar Uang umumnya adalah untuk perlindungan dana pokok dan untuk menyediakan likuiditas yang tinggi, dan memberikan manfaat dalam hal diversifikasi

Kalau anda ingin mengetahui reksadana, sebaiknya anda harus cari informasi sendiri sebanyak mungkin, minimal harus dateng ke bank dan ketemu sama Customer Service. Umumnya mereka sudah dibekali mengenai ‘product knowledge’ reksadana. Selain itu kita bisa mulai dengan mencari tahu dasar-dasar reksadana, terutama mengenai istilah-istilah, resiko, kelebihan dan kekurangan maupun cara kerja. Kemudian mulai mencari-cari info mengenai Manajer Investasi dan produk-produk yang ditawarkan. Di bagian ini, kita bisa mulai mengumpulkan beberapa prospektus produk reksadana. Truss.. rajin jalan-jalan ke portalreksadana, disana gudangnya master reksadana dan financial plan. Artikel dari para kontributor sangat lengkap dan mudah untuk dipahami. Kalo nggak mau lewat internet, bisa beli buku mengenai reksadana, saat ini sudah banyak penulis yang mengupas tuntas mengenai reksadana.

Mudah-mudahan ini awal yang bagus untuk mulai peduli dengan rencana keuangan pribadi.. syukur-syukur nantinya jadi rencana keuangan keluarga. Hehehee.

Leave a Reply