5 Keuntungan Mengambil Practice Exam

Saya yakin teman-teman yang akan mengambil PMP Exam pasti mengenal istilah Practice Exam atau Mock Exam, yaitu latihan soal dengan mereplikasi kondisi sebenarnya. Kondisi disini bisa berarti soal-soalnya, user interfacenya, dan juga waktu ujiannya.

Ada beberapa keuntungan yang kalian dapatkan dengan mengambil latihan soal sebelum memasuki Real Exam. Berikut adalah beberapa hasil retrospective yang saya rangkum dari teman-teman yang mengikuti PMP Study Group.

 

Mengidentifikasi Knowledge Gaps

Sertifikasi pada dasarnya adalah proses validasi dari pemahaman kita mengenai Knowledge Area. Di ujian PMP, tentu saja peserta ujian harus memahami domain Process, People dan Business Environment, dimana di dalamnya terdapat 10 Knowledge Area yang perlu dikuasai oleh seorang Project Manager.

Dengan adanya Mock Exam, kita bisa mengukur seberapa baik pemahaman kita di masing-masing Domain. Saya yakin, Mock Exam saat ini sudah bisa memilah berdasarkan Domain, sehingga calon peserta ujian bisa melihat nilai ujian mereka di masing-masing domain tersebut.

Tips dari saya, cek kembali ECO atau Exam Content Outline, dimana di ECO tersebut terdapat task-task yang berisi penjelasan mengenai apa saja yang akan diujikan. Ketika saya mengambil PMI-ACP, saya membuat checklist untuk masing-masing task ini, dan hasilnya cukup membuat saya percaya diri kalau saya sudah menguasai materi yang akan diujikan.

 

Sebagai Progress Tracking

Saat ini tidak ada konfirmasi secara resmi dari PMI mengenai passing score untuk lulus ujian PMP. Bahkan, saya sendiri pun tidak pernah menentukan target berapa persen yang harus dikejar oleh teman-teman Study Group. Pengalaman saya memfasilitasi teman-teman, kebanyakan masalah mereka adalah di confidence level. Ada yang 2 kali ujian, sudah bisa mendapatkan score di 75%, dan akhirnya mentok di 80%. Ada juga yang sampai 4x ujian, tapi tidak pernah berhasil tembus di atas 75%. Dan keduanya sama-sama lulus ujian PMP. Banyak yang bilang minimal score yang ideal adalah 65%.

Bagi saya, yang penting adalah progress. Jika hasil pertama katakanlah kita bisa dapat 60%, pastikan di Mock Exam kedua bisa lebih dari 60%. Begitu seterusnya, sampai kita merasa kalau semua usaha dan kemampuan sudah kita kerahkan dan hasilnya sudah tidak berubah sama sekali.

Poin pentingnya adalah confidence level semakin tinggi karena progress kita juga semakin baik.

 

Membangun Endurance

Endurance bisa dibilang salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kita lulus ujian. Banyak orang-orang yang secara kompetensi tidak perlu diragukan, tapi kenyataannya gagal karena tidak bisa fokus selama 4 jam. Mock Exam melatih kita untuk bisa fokus selama 4 jam.

Banyak tips dari teman-teman yang sudah berkeluarga, biasanya mereka mengambil Mock Exam setelah semua keluarga istirahat, atau meminta ijin selama 4 jam di weekend. Kita bisa atur strategi pada saat Mock Exam dengan mengambil istirahat selama 5-10 menit di 2 jam pertama. Saya selalu menyarankan untuk mengambil ujian di hari Senin pagi, dimana sebelumnya kita sudah beristirahat selama 2 hari dan badan kita masih segar di pagi hari.

 

Mengetahui Perfect Timing

Tidak ada waktu yang ideal untuk persiapan sebelum ujian. Saya sendiri menghabiskan waktu 3 bulan. Ada juga yang lebih cepat di 1 bulan. Bahkan ada yang persiapan sampai 6 bulan. Hanya saja persiapan yang terlalu lama memiliki banyak risiko, seperti minat yang semakin menurun, dan juga banyak materi yang terlewat atau terlupakan.

Usahakan kita mempunyai target. Pasang target yang realistis berdasarkan kondisi setelah Mock Exam pertama, karena Mock Exam pertama menentukan knowledge dan progress pertama kita. Tentukan estimasi kira-kira berapa kali lagi kita mengambil Mock Exam, dan segera tentukan jadwal ujian.

Jika kita melihat penurunan hasil score di Mock Exam kedua atau ketiga, segera stop. Lakukan retrospective, lihat kembali apa saja yang kurang, mulai dari knowledge, progress dan endurance. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mendapatkan score yang tinggi, karena kita tidak pernah tau berapa passing score yang kita butuhkan. Lupakan score tinggi. Semakin lama kita menentukan jadwal ujian, semakin lama juga kita tidak akan pernah ujian. Percayalah!

 

Mengurangi Stress

Saya yakin dengan persiapan yang baik akan membawa ketenangan ke diri kita sendiri. Mock Exam bisa menjadi semacam bayangan, kira-kira nanti ujiannya seperti apa. Bukan berarti apa yang ada di Mock Exam akan mirip dengan ujian aslinya. Tetapi, dengan Mock Exam kita semakin terbiasa melihat bentuk-bentuk soal dan bagaimana fokus kita mengerjakan soal selama 4 jam.

Tidak ada salahnya cerita ke keluarga, teman, sahabat ataupun pacar mengenai progress persiapan kita. Tidak perlu menjauh dari teman-teman yang underestimate mengenai “mimpi” kita. Carilah support system yang positif yang akan membawa kita semakin percaya diri bahwa “dengan mengambil sertifikasi, diri saya akan menjadi lebih baik”. Ikutan study group dengan sesama Project Manager juga bisa menjadi salah satu pemicu untuk tetap belajar dan termotivasi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.