Tipe-Tipe Power Seorang Project Manager

Apa sih “the best power” dari seorang Project Manager? Pertanyaan ini muncul ketika saya sedang berdiskusi dengan beberapa Project Manager. Jawabannya pun beragam, baik secara teoritis maupun praktis dari pengalaman sehari-sehari menangani Project.

Seorang Project Manager tidak akan mampu menangani suatu Project jika tidak mempunyai kekuatan. Project Manager bisa mempengaruhi stakeholders dalam membuat keputusan, membuat tim mengikuti perintah ataupun melakukan penalty/ punishment terhadap tim.

Menurut PMBOK Guide (berdasarkan penelitian 2 orang Psikolog sosial pada tahun 1959 yang bernama John French dan Bertram Raven), Project Manager memiliki 5 tipe Power sebagai berikut:

  1. Formal/Legitimate Power
  2. Reward Power
  3. Penalty/ Coercive/ Punishment Power
  4. Expert Power
  5. Referent Power

Kelima Power tersebut dapat dikelompokan menjadi 2 bagian, yaitu Positional Power dan Personal Power. Positional Power terdiri atas Formal, Reward, dan Penalty. Disebut sebagai Positional Power karena Power ini didapat dari jabatan/ posisi seorang Project Manager. Sedangkan Expert dan Referent disebut sebagai Personal Power karena Power ini didapat dari usaha personal seseorang sebelum atau ketika menjadi seorang Project Manager.

Nah, apakah Formal lebih bagus daripada Expert? Atau Reward lebih bagus daripada Penalty? Kita lihat dulu penjelasan dari masing-masing Power berikut ini.

 

1. Formal

Pernah dong ngerasain Project Manager nyuruh-nyuruh kamu terus kamu nurutin gitu aja apa kata Project Manager. Kalau kamu pernah berada di posisi ini berarti Project Manager kamu memiliki Power Formal. Jadi, kalau kamu seorang Project Manager, sudah pasti secara automatis kamu dapat Power ini (jreeeeng, langsung berubah wujud seketika).

Power yang melekat secara automatis ini sering disebut juga sebagai Positional Power. Team Member akan mengikuti dan mematuhi kamu karena Team Member tahu kalau kamu adalah seorang Project Manager. Tapi perlu dilihat juga, apakah kamu berada di struktur organisasi Functional, Matrix atau Projectized. Karena tipe struktur organisasi menentukan seberapa besar Power Project Manager dalam mengelola Project terutama dalam mengelola People/ Resource.

 

2. Reward

Siapa yang tidak menginginkan Reward? Setiap orang pasti menginginkan sebuah “Reward” atas pekerjaannya. Power Reward sangat erat hubungannya dengan Power Formal. Kamu bisa mendapat support dari Team Member karena mereka tahu jika mereka bekerja dengan baik, mereka akan mendapatkan Reward. Reward disini bisa berupa apresiasi, rekomendasi kepada Functional Manager untuk mengikuti training, tambahan cuti (yang ini paling diincar), makan-makan (yang ini pasti seriiiiiiing) ataupun rekomendasi kenaikan gaji pada saat Appraisal.

Saya pernah berada di dalam satu Project yang memiliki tekanan luar biasa dari Management. Ketika Project sudah selesai, Team Member saya ajak makan-makan untuk merayakan dan saya kasih ucapan “Great Job” di dalam email. Tiba-tiba seorang Team Member mendekati saya dan berkata “Pak, terima kasih atas ucapannya, baru kali ini kami diberi ucapan selamat”. Terkejut sekaligus tidak heran, karena tidak ada satupun reply email dari Management yang mengucapkan selamat.

Perbedaan itu sangat kontras ketika saya pindah kerja di perusahaan yang memiliki budaya apresiasi sangat tinggi. Apapun hasil yang didapat oleh Team Member selalu mendapatkan ucapan “Great Job” dari Project Manager dan Management. Hasilnya, tidak ada perasaan tertekan dalam menjalani suatu Project dan suasana kantor terasa menyenangkan.

Budaya perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada Karyawan sangat menentukan hasil dari Power Reward. Tentunya dengan kriteria yang adil, jelas, dan dapat dicapai oleh semua Team Member.

 

3. Penalty (Coercive/ Punishment)

Setiap orang pasti tidak mau menerima Penalty atau Punishment. Kebalikan dari Power Reward, Punishment adalah salah satu Power yang sangat jarang dijumpai atau sebisa mungkin dihindari oleh Project Manager. Team Member mematuhi perintah Project Manager karena mereka takut jika pekerjaan tidak sesuai hasil yang diinginkan, mereka akan mendapatkan Punishment dari Project Manager.

Power Punishment akan dipakai jika Team Member menunjukkan aktivitas buruk di dalam Project, membuat masalah yang dapat mempengaruhi Project atau tidak perform dalam menjalankan pekerjaan.

 

4. Expert

Berbeda dengan Formal, Reward dan Penalty, power Expert didapat karena kompetensi seseorang di area technical atau project management. Project Manager yang mengawali karirnya di area technical/ functional tentu akan lebih mudah menguasai project-project yang berhubungan dengan hal teknis dibandingkan Project Manager yang tidak pernah berhubungan langsung dengan hal teknis.

Ini adalah salah satu power yang positif karena Project Manager tidak hanya mengerti secara teknis, tetapi juga kompetensi di Project Management.

Team member mempercayai dan mendukung Project Manager karena mereka beranggapan bahwa Project Manager jago dan mampu menangani issue-issue yang terjadi. Atau bisa juga, Team Member mendukung dan mengikuti apa kata Project Manager karena Project Manager sudah memiliki sertifikasi di Project Management.

 

5. Referant

Power yang satu ini berhubungan dengan faktor kesukaan atau karisma. Team member mengikuti Project Manager karena Team Member menyukai, menghormati dan menginginkan dirinya seperti Project Manager.

Hal ini bisa terjadi jika Project Manager memiliki koneksi dengan Management, mampu mempengaruhi keputusan-keputusan Management, mampu menjembatani komunikasi Team Member dengan Management, menjadi pendengar yang baik mengenai keluhan-keluhan Team Member, ataupun pergaulan yang luas dengan Customer. Karena hubungan yang baik dengan semua orang, Team Member juga berharap bisa berhubungan baik dengan Project Manager.

 

Kesimpulan

Power terbaik yang dapat digunakan oleh Project Manager adalah Expert dan Reward. Penalty adalah pilihan terburuk. Formal, Reward dan Penalty adalah Power yang didapat ketika seseorang mendapatkan posisi Project Manager. Sedangkan Expert didapat dari usaha personal.

Leave a Reply