PMP Study Group

Teman-teman yang saat ini sedang dalam persiapan mengambil sertifikasi PMP pasti sering mendengar istilah PMP Study Group. Study Group ini bertujuan untuk membantu teman-teman PMP Aspirant dalam persiapan ujian PMP, mulai dari bimbingan belajar, konsultasi sampai pendampingan pendaftaran ujian. Tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, Study Group juga bisa jadi sarana Networking soal kerjaan.

Waktu dulu kursus persiapan PMP, saya sempat menanyakan apakah saya perlu mengikuti Study Group? Jawaban dari mentor saya waktu itu, “kalo mas Adi mah gak perlu, cukup belajar sendiri 3 bulan pasti lulus deh”.

Nah, karena di kantor ada assignment khusus untuk membimbing teman-teman kantor yang belum PMP, saya sedikit kesulitan bagaimana harus memulai PMP Study Group di kantor, karena saya tidak punya pengalaman mengikuti Study Group, tapi diminta untuk jadi fasilitator sekaligus mentor. Ini tantangan untuk saya.

Pesertanya tentu saja teman-teman PM. Walaupun Study Group ini terbuka untuk siapa saja, tentu saja fokus Study Group ini adalah untuk Project Manager yang akan mengambil ujian PMP. Tidak ada target khusus yang diberikan ke saya ataupun teman-teman. Study Group hanya sebagai sarana untuk refreshment materi-materi yang sudah pernah didapat di kursus persiapan PMP. Awalnya ada 6 peserta. Lama-kelamaan mulai menyusut dan akhirnya konsisten di 3 peserta. Waktu belajarnya kami sendiri yang menentukan, dan kami sepakat untuk meluangkan waktu setiap Rabu sore. Untuk durasinya sendiri tergantung materi yang dibahas. Yaa, kira-kira 2 sampai 3 jam setiap sesi.

Pertemuan pertama saya awali dengan assessment. Mulai dari kapan mereka belajar persiapan PMP, apa saja yang sudah mereka pelajari, baca PMBOKnya sampai mana, bagaimana cara belajarnya, berapa banyak project yang dijalani saat ini, dan berbagai macam pertanyaan yang berhubungan dengan persiapan ujian. Tujuannya satu, yaitu membuat strategi belajar yang cocok, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ujung-ujungnya adalah kapan waktu yang siap untuk mengambil ujian?

Berikut adalah langkah-langkah yang kami lakukan:

  1. Fokus ke masing-masing Knowledge Area (KA). Dalam 1 minggu diharapkan sudah membaca 2 KA, baik dari PMBOK ataupun PMP Exam Preparation. Target dalam 4 minggu, 10 KA di buku PMBOK dan PMP Exam Preparation bisa terbaca seluruhnya. Awalnya pasti terasa malas karena bukunya yang tebal, dan harus baca 2 buku! Tapi lama kelamaan tidak akan terasa, PMBOK dan PMP Exam Preparation sudah habis terbaca.
  2. Study Notes dan latihan soal per Knowledge Area. Disini saya menyiapkan materi berupa Study Notes. Study Notes ini merupakan poin-poin penting apa saja yang keluar dalam ujian berdasarkan pengalaman orang-orang yang lebih dulu mengambil ujian. Hasil dari diskusi Study Notes diakhiri dengan latihan dan pembahasan soal. Cukup 15 sampai 20 soal, yang terdiri dari proses, ITTO (Input, Tools & Technique, Output), dan juga case study. Score dari latihan soal bisa jadi gambaran, sudah sejauh mana kita memahami masing-masing Knowlege Area. Teman-teman juga diberi tugas untuk mengambil Knowledge Area Exam sebelum masuk ke diskusi Knowledge Area berikutnya. Sebisa mungkin bisa mendapatkan score di atas 90%. Waktu yang dibutuhkan untuk menyikat habis 10 Knowledge Area adalah 6 minggu.
  3. Mock Exam (ME). Ini adalah simulasi ujian PMP. 200 soal harus selesai dalam waktu 4 jam. Awalnya pasti terasa berat, karena yang diperlukan bukan hanya pemahaman kita mengenai PMBOK, tetapi juga ketahanan fisik (endurance) selama 4 jam. Waktu yang diberikan untuk mengambil ME adalah 3 Minggu. Minimal 3 ME dengan score di atas 75%. Score disini hanya sebagai acuan dan tidak mencerminkan ujian sesungguhnya.

Total ada 13 Minggu atau 3 bulan, waktu yang dibutuhkan untuk Study Group. Setelahnya, teman-teman mulai mereview kembali hasil score KA dan ME, dan mulai self study selama 1 bulan sambil mempersiapkan dokumen, persyaratan, dan tanggal ujian.

Hasilnya, 3 orang lulus PMP dengan hasil “Above Target”!!!

Saya tidak menjamin bahwa strategi atau cara belajar yang kami jalani bisa cocok di semua orang. Semuanya tergantung dari assessment awal sebelum Study Group, dan yang pasti kemauan keras untuk belajar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.