Pengalaman Mengambil Sertifikasi SAFe

Saat ini, banyak Organisasi atau Perusahaan yang mulai menerapkan Digital Transformation atau Business Transition. Sebuah respon dari Disruptive Era dimana salah satu kunci untuk bisa bertahan hidup adalah Adaptasi. Nah, berawal dari sini, perusahaan tempat saya bekerja mulai mengaplikasikan pendekatan Agile guna mendukung langkah-langkah perusahaan dalam Business Transformation. Menurut Pak Dean Leffingwell, “every business is software business now“.

Dari latar belakang tersebut, perusahaan membuat suatu Implementation Roadmap yang diawali dengan membentuk Agile Release Train (ART) yang isinya adalah Agile Team untuk menggali ide dari teman-teman kantor dalam pembuatan atau pengembangan suatu Product/ Solutions. Agile Teams disini adalah Cross-functional Team, yang terdiri dari beberapa role, seperti Development Team, Product Owner dan Scrum Master.

Untuk bisa sukses dalam mengimplementasikan Agile di dalam perusahan adalah dengan menyiapkan agen-agen perubahan. Istilah kerennya “Change Agent”. Nah, saya beruntung bisa menjadi bagian dalam perubahan tersebut dengan mengikuti training SAFe.

Scaled Agile Framework (SAFe) adalah sebuah kerangka kerja atau framework yang berisi guide atau langkah-langkah dalam mengimplementasikan pendekatan Lean dan Agile di level Enterprise.

SAFe pertama kali dikenalkan pada tahun 2011 oleh Dean Leffingwell, seorang Software Development Methodologist. Pak Dean ini juga membuat sebuah buku yang berjudul “Agile Software Requirements”. Isinya adalah bagaimana Agile Framework yang ada saat ini seperti Lean, Kanban, Scrum dan XP bisa diaplikasikan ke dalam Team, Program dan Portfolio.

Di jaman Digital Transformation, Disruptive dan Transiftion saat ini, SAFe bisa menjadi salah satu pilihan karena tidak hanya mengenalkan pendekatan Agile, tetapi juga flexibility dan customization yang dibutuhkan Perusahaan dalam memahami Agile Philosophy.

Bagi anda yang ingin mengetahui lebih detail tentang SAFe, bisa mengunjungi websitenya ScaledAgile. Sedangkan untuk Framework, anda bisa mengunjungi di website ScaledAgileFramework .

Sertifikasi

Langkah pertama yang perlu diambil sebelum mengambil sertifikasi adalah mengikuti pelatihan SAFe selama 2 hari. Di Training ini kita akan mendapatkan akses ke portal yang berisi materi, practice exam dan final exam. Bagi anda yang sedang mengumpulkan PDU, anda berhak atas 15 PDU.

Untuk detail frameworknya sendiri, anda bisa mengunjungi di website SAFe. Di dalamnya terdapat Key Roles, Activities, Deliverables, dan Flows. Di website juga tersedia navigasi yang sangat baik. Anda tinggal mengklik salah satu gambar di Framework, dan anda akan langsung diarahkan ke penjelasan detail mengenai bagian framework tersebut.

Berikut adalah beberapa detail mengenai SAFe Exam:

  • Exam name: SAFe® 4 Agilist Exam
  • Exam format: Multiple choice
  • Exam delivery: Web-based (single-browser), closed book, no outside assistance, timed
  • Exam access: Candidates can access the exam within the SAFe Community Platform upon completion of the Leading SAFe course
  • Exam duration: Once the exam begins, candidates have 90 minutes (1.5 hours) to complete the exam
  • Number of questions: 45
  • Passing score: 34 out of 45 (75% passing score)
  • Language: English
  • Exam cost: First exam attempt is included as part of the course registration fee if the exam is taken within 30 days of course completion. Each retake attempt costs $50.
  • Retake policy: Second attempt on exam (first retake) can be done immediately after first attempt. Third attempt requires a 10-day wait. Fourth attempt requires a 30-day wait.

Untuk persyaratannya, 5 tahun atau lebih pengalaman di Software Development, Testing, Business Analyst, Product atau Project Management. Bagi anda yang sudah berpengalaman di Scrum sangat membantu sekali dalam memahami framework SAFe.

Saya agak kesulitan mencari pelatihan SAFe di Indonesia. Untuk saat ini sepertinya Singapore masih menjadi pilihan terbaik jika anda menginginkan onsite training. Untuk online training, cukup banyak lembaga training ternama yang menyediakan “SAFe Agilist Certification Training”.

Untuk ujian pertama kali, peserta tidak perlu untuk membayar biaya ujian karena sudah masuk ke dalam biaya Training. Jika gagal di ujian pertama, peserta akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil ujian kedua dengan biaya $50.

Practice Exam sangat penting. Kita diberikan dua kali kesempatan untuk mengambil Practice Exam, Pengalaman saya mengambil ujian, banyak sekali soal-soal yang mirip dengan Practice Exam, hanya saja pertanyaan dan beberapa jawabannya saja yang diganti. Dari waktu 90 menit yang diberikan, saya bisa menyelesaikan dalam waktu 45 menit saja. Score yang saya dapat adalah 91% atau 41 jawaban Benar dari 45 Soal.

Untuk perhitungan Score-nya sendiri, SAFe membagi menjadi 8 Section, yaitu:

  1. Introducing the Scaled Agile Framework
  2. Becoming a Lean-Agile Leader
  3. Establishing Team and Technical Agility
  4. Experiencing PI (Program Increment) Planning
  5. Releasing On Demand with DevOps
  6. Building Business Solutions and Lean Systems
  7. Implementing Lean Portfolio Management
  8. Leading the transformation

Menurut saya, sertifikasi SAFe sangat mudah jika dibandingkan dengan mengambil sertifikasi PMP. Materinya pun tidak terlalu sulit untuk dipelajari karena semuanya sudah ada di websitenya SAFe. Memang sih, banyak istilah-istilah baru yang saya temui di SAFe. Bagi anda yang terbiasa dengan istilah di Lean, Scrum, Kanban, dan eXtreme Programming, sangat membantu sekali dalam memahami framework ini.

Nah, ini nih yang paling penting, renewal!

Bagi anda yang ingin memperpanjang sertifikasi SAFe, anda cukup membayar biaya renewal sebesar $100.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.