Nyok Kita Contreng Nyook, 5 Menit Untuk 5 Tahun

Hari minggu kemaren saya menyempatkan diri pulang ke rumah, selain untuk berburu rumah baru, juga untuk menanyakan apakah saya sudah termasuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) atau belum. Eh, ternyata pas ketemu sama sekretaris RT yang lagi asik jalan-jalan sore dan kebetulan mampir ke rumah saya, sekretaris RT itu malah lupa kalo mas vlado yang ganteng ini masih tinggal di gunung putri. Wadduuuh! Udah gitu Babeh cuma cengar cengir doang. Untungnya Bapak Sekretaris RT ini langsung mengecek nama saya.
Bangsa Indonesia pada tanggal 9 April 2009 akan menggelar Pemilihan Umum. Pemilu diawali dengan pemilihan anggota dewan/ legislatif untuk DPD, DPRD dan DPR. Setelah itu akan ditutup oleh pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 9 Juli nanti.

Prihatin dengan kualitas caleg yang cupu-cupu, saya memilih untuk tidak memilih caleg dalam pemilu tahun ini. Tapi, saya masih tetap akan men’contreng’ salah satu partai. Memang sih, masing-masing orang mempunyai hak memilih, terserah mau digunakan atau tidak. Namun jika salah memilih atau asal memilih tanpa mengetahui caleg yang akan dipilih, itu sama saja kita sudah menyia-nyiakan suara kita.

Banyak yang memandang bahwa kaum golput adalah orang-orang yang tidak peduli dengan nasib bangsa. Sebenernya banyak cara untuk memberikan perhatian kepada bangsa ini dengan memilih menjadi kaum golput, asalkan kaum golput itu tetap berjuang dengan tanpa melalui jalur parlemen, yaitu melalui gerakan-gerakan kritis ataupun membentuk opini publik di media. Tapi kalo kaum golputnya adalah orang-orang apatis, yaa.. sama aja boong.

Ikutan men’contreng’ berarti kita baru saja melegitimasi seseorang yang kita pilih. Kalau dia menang dan duduk sebagai anggota dewan, terus kelakuan masih bikin kita geleng-geleng kepala. Emm.. gimana yah, merasa bersalahkah kita? Banyaknya partai dan kualitas caleg yang masih dibawah rata-rata, tidak menutup kemungkinan jumlah golongan ‘tidak ikut contreng’ dan ‘bingung contreng’ akan bertambah tahun ini.

Sebagai warga negara yang baik, niat saya untuk masuk ke golongan ‘tidak ikut contreng’ saya batalkan. Hari ini baru dapet kabar dari ibu, kalo TPSnya ada di depan rumah.

5 menit untuk 5 tahun. Selamat contreng.

3 Responses to “Nyok Kita Contreng Nyook, 5 Menit Untuk 5 Tahun”

  1. Mamang weis

    hai, vlad!
    yang seksama nyontrengnya yakk…
    jangan asal conteng jadinya kayak maen TTS ajah.

    kita pilih kita legalkan kekuasaan untuk mereka,
    kita kutuk mereka ke dasar tingkat 7 neraka jahannam jika semena-mena.

    Reply
  2. oikos

    bro…gw kgk ikutan ‘nyonterng’ kemaren
    kagak masuk DPT…
    padahal bokap gw Ketua TPS deket rumah…

    Ga jelas deh PEMILU yg sekarang…

    Reply
  3. vlado

    walah, golput kepaksa dong lo 😀

    iya nih kacau. itu juga kalo gw kagak bilang sama sekretaris RTnya, bisa-bisa kagak ada tinta di jari gw :p

    ntar aja sob, pas pemilihan presiden ^_^

    Reply

Leave a Reply