GSM, part 2 of 3

Protokol pada jaringan GSM merupakan layer manajemen yang bertanggung jawab atas manajemen sumber daya setiap komponen jaringan dan sub-komponennya. Protokol jaringan terdiri dari communication management (CM), radio management (RR) dan mobility management (MM). Setiap sub-layer ditempatkan pada komponen jaringan.

Ketika Mobile Phone (MS) melakukan panggilan ke MS lainnya, jaringan akan memberikan respon berupa tone yang mengindikasikan apakah panggilan tersebut dapat dilakukan atau tidak. Kasus diatas merupakan implementasi dari call management dan call processing. Call management (CM) berfungsi membangun dan mengakhiri panggilan, termasuk menemukan rute yang tepat. Sedangkan call processing adalah proses-proses yang terlibat dalam membangun dan mengakhiri panggilan; seperti traffic switching, error handling, dan re-routing.

Radio management (RR) mengatur frekuensi yang digunakan oleh setiap komponen yang terkait dengan jaringan. Sedangkan mobility management berfungsi memastikan MS mendapatkan layanan sesuai lokasi MS tersebut. Call management, radio management dan mobility management merupakan sub-layer dari protokol jaringan GSM. Charging merupakan proses registrasi dan perhitungan biaya billing dari pelanggan ketika menggunakan MS dalam jaringan GSM. Sedangkan security memastikan koneksi setiap MS tidak dapat disadap oleh MS lainnya ketika melakukan koneksi dengan menggunakan gelombang radio.

Spektrum Frekuensi

Pada frekuensi 25 MHz, GSM mengalokasikan 2 pita frekuensi dalam modulasi data. Pita 890 – 915 MHz digunakan sebagai UL (dari MS ke BTS) dan pita 935 – 960 MHz digunakan sebagai DL (dari BTS ke MS).

Frequency Division Multiple Access

FDMA mengalokasikan satu pita frekuensi secara kontinyu (dalam waktu) ke MS tertentu. Dengan demikian hanya satu MS yang dapat mengirim dan menerima pada frekuensi ini selama panggilan berlangsung.

Time Division Multiple Access

TDMA bekerja dengan menggunakan “time slot” dimana setiap MS diberikan time slot selama panggilan berlangsung. Time slot tersebut durasinya sangat singkat namun dapat mengirim ‘aliran’ komunikasi dengan teknik kompresi data pada pengirim dan penerima.

Unit waktu terkecil pada TDMA disebut burst. Sedangkan frame adalah kumpulan dari beberapa burst dimana setiap burst dialokasikan ke MS yang berbeda. Setiap frekuensi pembawa dibagi berdasarkan waktu dengan menggunakan TDMA dengan multiframe sebesar 120 ms. Satu multiframe dapat berisi 26 frame.

Kanal Pada GSM

Kanal terkait pada pengulangan satu busrt pada setiap frame dimana karakteristiknya tergantung pada posisi dan frekuensinya dalam frame. Karakteristik ini bersifat siklik dan berulang setiap 3 jam. Kanal pada GSM dapat dikategorikan sebagai kanal traffic dan kanal control. Kanal juga dapat diklasifikasikan sebagai dedicated. Kanal dedicated terhubung pada sebuah MS dimana umumnya digunakan oleh idle MS.

— Kanal Traffic

Kanal traffic mentransmisikan speech dan data. Sebuah kanal traffic menggunakan 26-Multiframe dimana UL dan DL dipisahkan menjadi 3 burst. Dengan demikian, MS tidak perlu mengirim dan menerima pada waktu yang sama.

— Kanal Kontrol

Kanal kontrol terkait dengan manajemen network messages dan channel maintenance tasks. Kanal kontrol dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Broadcast Control Channels (BCCH)
  • Frequency Correction Channels (FCCH)
  • Synchronization Channels (SCH)
  • Random Access Channels
  • Paging Channels
  • Access Grant Channels

BCCH digunakan base station untuk memberi informasi sinkronisasi jaringan ke MS. SCH memberikan training sequence ke MS dalam memodulasi informasi yang dikirim dari base station. FCCH digunakan MS dalam men-sinkronisasi frekuensi dan paging channels digunakan untuk memberikan peringatan panggilan masuk (incoming call). Random access channels digunakan sebagai kanal MS untuk memberi permintaan akses ke jaringan. Base station menggunakan access grant channel dalam memberitahukan MS kanal mana yang harus digunakan.

Leave a Reply